16/12/2007Petikan gitar, tiupan harmonika, tabuhan drum dan nyanyian sang vokalis bisa membawa pendengar hanyut dalam alunan musik dan syair lagu yang dinyanyikan. Meleburnya perasaan pendengar dengan 'roh' dari syair lagu bisa menambah sedih yang sedang putus cinta, atau membuat 'terbang sampai keawan' yang sedang jatuh cinta. Apalagi jika yang terdengar adalah lagu dari kelompok musik The Beatles, mungkin bisa membuat pendengar teringat kembali memori lama saat kuliah atau nge-kost dahulu. Duka lama isi keju, begitu pendapat salah satu rekan jika mengenang masa lalu. Tapi pernahkah kita berfikir sejak kapan manusia mulai memainkan alat musik dan bernyanyi.
Musik merupakan suara yang diatur sedemikian rupa sehingga memiliki pola yang menarik dan menyenangkan jika terdengar. Manusia menggunakan musik untuk mengekspresikan perasaan dan juga ide, yang dalam perkembangannya musik juga digunakan untuk hiburan dan kesenangan.
Musik merupakan salah satu seni yang tertua. Mungkin orang mulai bernyanyi saat awal mula perkembangan bahasa secara verbal. Benturan atau pukulan alat yang digunakan untuk berburu bisa jadi merupakan instrumen musik yang pertama. Sekitar tahun 10.000 sebelum masehi, manusia sudah menciptakan alat musik tiup yang berasal dari tulang. Nenek moyang dari orang-orang Mesir kuno, China dan Babilonia menggunakan musik saat di pengadilan dan juga untuk perayaan acara keagamaan.
Sekarang musik memiliki banyak bentuk tergantung budaya suatu daerah. Musik orang-orang Eropa dan Amerika biasa disebut western music, yang terdiri dari musik klasik dan popular. Musik klasik terdiri dari symphony, opera dan juga ballet. Sedangkan musik popular terdiri dari music country, musik rakyat (folk song), jazz dan juga musik rock. Bagaimana dengan eastern music, seperti marawis, gamelan dan juga dangdut? Yang jelas harus dilestarikan dan dijaga sebagai bentuk kecintaan kita terhadap seni dan budaya. So... let's sing.